Artikel Permata

Artikel Permata

Artikel Permata

Auman Anak-Anak Macan
Auman Anak-Anak Macan
Auman Anak-Anak Macan
Auman Anak-Anak Macan

Erlangga Fauzan

Erlangga Fauzan

Erlangga Fauzan

Erlangga Fauzan

Kita jumpa lagi pada Permata edisi ke-9. Edisi ini spesial untuk memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026. Pada sore itu, film yang disuguhkan berjudul Anak Macan, film fiksi besutan sutradara Amar Haikal. Film produksi tahun 2025 berdurasi 17 menit ini mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Eki yang tinggal di TPA Bantar Gebang, Bekasi. Ia menghadapi kebingungan menjelang perayaan Hari Ibu di sekolahnya, ketika setiap murid diminta membawa benda kesukaan ibu mereka, sementara Eki tumbuh tanpa sosok ibu.

Kita jumpa lagi pada Permata edisi ke-9. Edisi ini spesial untuk memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026. Pada sore itu, film yang disuguhkan berjudul Anak Macan, film fiksi besutan sutradara Amar Haikal. Film produksi tahun 2025 berdurasi 17 menit ini mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Eki yang tinggal di TPA Bantar Gebang, Bekasi. Ia menghadapi kebingungan menjelang perayaan Hari Ibu di sekolahnya, ketika setiap murid diminta membawa benda kesukaan ibu mereka, sementara Eki tumbuh tanpa sosok ibu.

Kita jumpa lagi pada Permata edisi ke-9. Edisi ini spesial untuk memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026. Pada sore itu, film yang disuguhkan berjudul Anak Macan, film fiksi besutan sutradara Amar Haikal. Film produksi tahun 2025 berdurasi 17 menit ini mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Eki yang tinggal di TPA Bantar Gebang, Bekasi. Ia menghadapi kebingungan menjelang perayaan Hari Ibu di sekolahnya, ketika setiap murid diminta membawa benda kesukaan ibu mereka, sementara Eki tumbuh tanpa sosok ibu.

Kita jumpa lagi pada Permata edisi ke-9. Edisi ini spesial untuk memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026. Pada sore itu, film yang disuguhkan berjudul Anak Macan, film fiksi besutan sutradara Amar Haikal. Film produksi tahun 2025 berdurasi 17 menit ini mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Eki yang tinggal di TPA Bantar Gebang, Bekasi. Ia menghadapi kebingungan menjelang perayaan Hari Ibu di sekolahnya, ketika setiap murid diminta membawa benda kesukaan ibu mereka, sementara Eki tumbuh tanpa sosok ibu.

UPDATE TERBARU

UPDATE TERBARU

UPDATE TERBARU

UPDATE TERBARU

Baca artikel lainnya

Baca artikel lainnya

Baca artikel lainnya

Baca artikel lainnya

Permata: Monisme (Film oleh Riar Rizaldi | www.ruasbambunusa.com)
Auman Anak-Anak Macan
Auman Anak-Anak Macan
Auman Anak-Anak Macan
Auman Anak-Anak Macan
Auman Anak-Anak Macan

Erlangga Fauzan

Erlangga Fauzan

Erlangga Fauzan

Erlangga Fauzan

Kita jumpa lagi pada Permata edisi ke-9. Edisi ini spesial untuk memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026. Pada sore itu, film yang disuguhkan berjudul Anak Macan, film fiksi besutan sutradara Amar Haikal. Film produksi tahun 2025 berdurasi 17 menit ini mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Eki yang tinggal di TPA Bantar Gebang, Bekasi. Ia menghadapi kebingungan menjelang perayaan Hari Ibu di sekolahnya, ketika setiap murid diminta membawa benda kesukaan ibu mereka, sementara Eki tumbuh tanpa sosok ibu.

Kita jumpa lagi pada Permata edisi ke-9. Edisi ini spesial untuk memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026. Pada sore itu, film yang disuguhkan berjudul Anak Macan, film fiksi besutan sutradara Amar Haikal. Film produksi tahun 2025 berdurasi 17 menit ini mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Eki yang tinggal di TPA Bantar Gebang, Bekasi. Ia menghadapi kebingungan menjelang perayaan Hari Ibu di sekolahnya, ketika setiap murid diminta membawa benda kesukaan ibu mereka, sementara Eki tumbuh tanpa sosok ibu.

Kita jumpa lagi pada Permata edisi ke-9. Edisi ini spesial untuk memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026. Pada sore itu, film yang disuguhkan berjudul Anak Macan, film fiksi besutan sutradara Amar Haikal. Film produksi tahun 2025 berdurasi 17 menit ini mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Eki yang tinggal di TPA Bantar Gebang, Bekasi. Ia menghadapi kebingungan menjelang perayaan Hari Ibu di sekolahnya, ketika setiap murid diminta membawa benda kesukaan ibu mereka, sementara Eki tumbuh tanpa sosok ibu.

Kita jumpa lagi pada Permata edisi ke-9. Edisi ini spesial untuk memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026. Pada sore itu, film yang disuguhkan berjudul Anak Macan, film fiksi besutan sutradara Amar Haikal. Film produksi tahun 2025 berdurasi 17 menit ini mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Eki yang tinggal di TPA Bantar Gebang, Bekasi. Ia menghadapi kebingungan menjelang perayaan Hari Ibu di sekolahnya, ketika setiap murid diminta membawa benda kesukaan ibu mereka, sementara Eki tumbuh tanpa sosok ibu.

Permata: Monisme (Film oleh Riar Rizaldi | www.ruasbambunusa.com)
Monisme: Dialog tentang Dialog bersama Merapi
Monisme: Dialog tentang Dialog bersama Merapi
Monisme: Dialog tentang Dialog bersama Merapi
Monisme: Dialog tentang Dialog bersama Merapi
Monisme: Dialog tentang Dialog bersama Merapi

M. Dzulqarnain

M. Dzulqarnain

M. Dzulqarnain

M. Dzulqarnain

Siapa yang berbicara atas nama gunung dan siapa yang mendengarkannya? Pertanyaan ini seolah muncul dari film Monisme pasca sesi pemutaran pada Sabtu, 17 Mei 2025 lalu, di Ruas Bambu Nusa. Ruang berbasis instalasi bambu yang dirancang sebagai ekosistem kreatif dan reflektif ini menjadi tempat dimana film ini menjalar dan menjadi lebih dari tontonan. Ia mengantarkan pada percakapan dalam sesi diskusi, memperpanjang pengalaman menonton menjadi laku perenungan bersama.

Siapa yang berbicara atas nama gunung dan siapa yang mendengarkannya? Pertanyaan ini seolah muncul dari film Monisme pasca sesi pemutaran pada Sabtu, 17 Mei 2025 lalu, di Ruas Bambu Nusa. Ruang berbasis instalasi bambu yang dirancang sebagai ekosistem kreatif dan reflektif ini menjadi tempat dimana film ini menjalar dan menjadi lebih dari tontonan. Ia mengantarkan pada percakapan dalam sesi diskusi, memperpanjang pengalaman menonton menjadi laku perenungan bersama.

Siapa yang berbicara atas nama gunung dan siapa yang mendengarkannya? Pertanyaan ini seolah muncul dari film Monisme pasca sesi pemutaran pada Sabtu, 17 Mei 2025 lalu, di Ruas Bambu Nusa. Ruang berbasis instalasi bambu yang dirancang sebagai ekosistem kreatif dan reflektif ini menjadi tempat dimana film ini menjalar dan menjadi lebih dari tontonan. Ia mengantarkan pada percakapan dalam sesi diskusi, memperpanjang pengalaman menonton menjadi laku perenungan bersama.

Siapa yang berbicara atas nama gunung dan siapa yang mendengarkannya? Pertanyaan ini seolah muncul dari film Monisme pasca sesi pemutaran pada Sabtu, 17 Mei 2025 lalu, di Ruas Bambu Nusa. Ruang berbasis instalasi bambu yang dirancang sebagai ekosistem kreatif dan reflektif ini menjadi tempat dimana film ini menjalar dan menjadi lebih dari tontonan. Ia mengantarkan pada percakapan dalam sesi diskusi, memperpanjang pengalaman menonton menjadi laku perenungan bersama.

You & I: Merawat Memori, Merawat Sesama | Permata (www.ruasbambunusa.com)
You & I: Merawat Memori, Merawat Sesama
You & I: Merawat Memori, Merawat Sesama
You & I: Merawat Memori, Merawat Sesama
You & I: Merawat Memori, Merawat Sesama
You & I: Merawat Memori, Merawat Sesama

M. Dzulqarnain

M. Dzulqarnain

M. Dzulqarnain

M. Dzulqarnain

Siapa yang akan merawat ingatan ketika yang menorehkannya sudah tak mampu lagi bercerita? Pertanyaan itu seolah menggantung di udara Ruas Bambu Nusa pada sore 22 Juni 2025, seusai film dokumenter You & I berdurasi 72 menit selesai diputar. Karya sutradara Fanny Chotimah ini tak sebatas menjadi tontonan, tetapi sebuah pengalaman yang mengajak penonton untuk menyelami lapisan ingatan, perawatan, dan ketabahan dari sosok sepasang sahabat.

Siapa yang akan merawat ingatan ketika yang menorehkannya sudah tak mampu lagi bercerita? Pertanyaan itu seolah menggantung di udara Ruas Bambu Nusa pada sore 22 Juni 2025, seusai film dokumenter You & I berdurasi 72 menit selesai diputar. Karya sutradara Fanny Chotimah ini tak sebatas menjadi tontonan, tetapi sebuah pengalaman yang mengajak penonton untuk menyelami lapisan ingatan, perawatan, dan ketabahan dari sosok sepasang sahabat.

Siapa yang akan merawat ingatan ketika yang menorehkannya sudah tak mampu lagi bercerita? Pertanyaan itu seolah menggantung di udara Ruas Bambu Nusa pada sore 22 Juni 2025, seusai film dokumenter You & I berdurasi 72 menit selesai diputar. Karya sutradara Fanny Chotimah ini tak sebatas menjadi tontonan, tetapi sebuah pengalaman yang mengajak penonton untuk menyelami lapisan ingatan, perawatan, dan ketabahan dari sosok sepasang sahabat.

Siapa yang akan merawat ingatan ketika yang menorehkannya sudah tak mampu lagi bercerita? Pertanyaan itu seolah menggantung di udara Ruas Bambu Nusa pada sore 22 Juni 2025, seusai film dokumenter You & I berdurasi 72 menit selesai diputar. Karya sutradara Fanny Chotimah ini tak sebatas menjadi tontonan, tetapi sebuah pengalaman yang mengajak penonton untuk menyelami lapisan ingatan, perawatan, dan ketabahan dari sosok sepasang sahabat.

Panas Mandi Debu Hujan Mandi Lumpur: Ironi Gemah Ripah Loh Jinawi | Permata (www.ruasbambunusa.com)
Panas Mandi Debu Hujan Mandi Lumpur: Ironi Gemah Ripah Loh Jinawi
Panas Mandi Debu Hujan Mandi Lumpur: Ironi Gemah Ripah Loh Jinawi
Panas Mandi Debu Hujan Mandi Lumpur: Ironi Gemah Ripah Loh Jinawi
Panas Mandi Debu Hujan Mandi Lumpur: Ironi Gemah Ripah Loh Jinawi
Panas Mandi Debu Hujan Mandi Lumpur: Ironi Gemah Ripah Loh Jinawi

Erlangga Fauzan

Erlangga Fauzan

Erlangga Fauzan

Erlangga Fauzan

Permata volume ke-4 ini terasa sangat istimewa dan spesial. Momen yang tepat untuk membicarakan isu tambang dan dampaknya terhadap lingkungan hidup. Pasalnya, film dokumenter karya sutradara Bani Nasution hadir dalam suasana khidmat di bulan kemerdekaan, Agustusan, menjadi pemicu untuk membicarakan lebih lanjut peran pemerintah dan negara dalam isu pengelolaan SDA.

Permata volume ke-4 ini terasa sangat istimewa dan spesial. Momen yang tepat untuk membicarakan isu tambang dan dampaknya terhadap lingkungan hidup. Pasalnya, film dokumenter karya sutradara Bani Nasution hadir dalam suasana khidmat di bulan kemerdekaan, Agustusan, menjadi pemicu untuk membicarakan lebih lanjut peran pemerintah dan negara dalam isu pengelolaan SDA.

Permata volume ke-4 ini terasa sangat istimewa dan spesial. Momen yang tepat untuk membicarakan isu tambang dan dampaknya terhadap lingkungan hidup. Pasalnya, film dokumenter karya sutradara Bani Nasution hadir dalam suasana khidmat di bulan kemerdekaan, Agustusan, menjadi pemicu untuk membicarakan lebih lanjut peran pemerintah dan negara dalam isu pengelolaan SDA.

Permata volume ke-4 ini terasa sangat istimewa dan spesial. Momen yang tepat untuk membicarakan isu tambang dan dampaknya terhadap lingkungan hidup. Pasalnya, film dokumenter karya sutradara Bani Nasution hadir dalam suasana khidmat di bulan kemerdekaan, Agustusan, menjadi pemicu untuk membicarakan lebih lanjut peran pemerintah dan negara dalam isu pengelolaan SDA.